by : Bruno Mars
[Verse 1]
Her eyes, her eyes
make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
falls perfectly without her trying
She's so beautiful
And I tell her everyday (yeahh)
I know, I know
When I compliment her she won't believe me
And it's so, it's so
Sad to think that she don't see what I see
But everytime she asks me "Do I look okay?"
I say
[Chorus]
When I see your face
There's not a thing that I would change
'Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing
Just the way you are
[Verse 2]
Her lips, her lips
I could kiss them all day if she let me
Her laugh, her laugh
she hates but I think it's so sexy
She's so beautiful
And I tell her everyday
Oh you know, you know, you know
I'd never ask you to change
If perfects what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking if you look okay
'Cause you know I'll say
[Chorus]
When I see your face
There's not a thing that I would change
'Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are
Jumat, 25 Maret 2011
Kamis, 24 Maret 2011
Keyakinan dan Keputusasaan
Malapetaka yang menimpa Jepang pada 11 Maret kemarin menyisakan penderitaan yang mendalam. Kita menyaksikan alam begitu ganasnya menyapu sejumlah kota Jepang. Gempa bumi 8,9 skala Richter yang diikuti tsunami setinggi 10 meter menyapu kota-kota Jepang di pesisir timur laut. Ribuan orang meninggal dan ribuan lainnya belum ditemukan.
Satu demi satu mereka yang hilang bisa dievakuasi tim SAR baik dalam keadaan meninggal maupun hidup. Mereka yang selamat menuturkan sejumlah pengalamannya yang menakjubkan. Ada seorang nenek yang bisa bertahan di dalam mobilnya yang ringsek terhempas tsunami dan terjebak di antara reruntuhan sampai dua hari tanpa makanan.
Ada juga seorang kakek yang terseret arus hingga ke tengah laut dan mengapung sendirian di bagian atap rumahnya yang mengambang di air selama dua hari. Kakek 60 tahun bernamaHiromitsu Shinkawa itu, akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat.Tanpa keyakinan akan selamat, baik nenek maupun kakek itu mungkin akan mengalami nasib yang berbeda. Keyakinan telah menguatkan mereka untuk bertahan dan menunggu sampai akhirnya memberikan tanda kehidupan pada tim penyelamat untuk menolongnya.
Pagi ini pada talkshow saya di Sonora saya membawakan tema "Keyakinan dan Keputusasaan". Tema ini sebenarnya merupakan sesuatu yang mudah ditemukan dalam keseharian. Namun menjadi lebih bermakna ketika menghadapi bencana alam yang tak terduga. Korban selamat yang selain kehilangan keluarga juga harta benda selalu menghadapi dua kemungkinan ini: yakin bisa bangkit atau putus asa karena merasa masa depannya terjegal bencana.
Netter yang Luar Biasa,
Dari pengamalan bencana di Indonesia beberapa waktu lalu dan juga bencana di bagian lain di dunia, ada sejumlah kisah orang luar biasa yang menunjukkan sikap positif menghadapi akibat bencana. Alih-alih meratapi penderitaannya, mereka justru mengerahkan segenap kemampuan yang masih dimiliki untuk menata hidup baru. Banyak yang kemudian sukses dan berhasil mengalahkan ketidakmungkinan berkat keyakinan mereka.
Karena itu, seberat apapun bencana yang kita alami, penderitaan yang kita terima, kesusahan yang kita hadapi, kita tak perlu memberi ruang pada keputusasaan, karena jika sekali saja kita besikap lunak padanya, hidup akan terasa gelap. Mari yakinkah diri bahwa kita bisa mengatasinya dengan mengerahkan segenap kemampuan yang ada. Pastikan kita bisa mengalahkan ketidakmungkinan dengan sikap positif, yakin, dan berusaha keras.
Penulis : Andrie Wongso (www.andriewongso.com)
Satu demi satu mereka yang hilang bisa dievakuasi tim SAR baik dalam keadaan meninggal maupun hidup. Mereka yang selamat menuturkan sejumlah pengalamannya yang menakjubkan. Ada seorang nenek yang bisa bertahan di dalam mobilnya yang ringsek terhempas tsunami dan terjebak di antara reruntuhan sampai dua hari tanpa makanan.
Ada juga seorang kakek yang terseret arus hingga ke tengah laut dan mengapung sendirian di bagian atap rumahnya yang mengambang di air selama dua hari. Kakek 60 tahun bernamaHiromitsu Shinkawa itu, akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat.Tanpa keyakinan akan selamat, baik nenek maupun kakek itu mungkin akan mengalami nasib yang berbeda. Keyakinan telah menguatkan mereka untuk bertahan dan menunggu sampai akhirnya memberikan tanda kehidupan pada tim penyelamat untuk menolongnya.
Pagi ini pada talkshow saya di Sonora saya membawakan tema "Keyakinan dan Keputusasaan". Tema ini sebenarnya merupakan sesuatu yang mudah ditemukan dalam keseharian. Namun menjadi lebih bermakna ketika menghadapi bencana alam yang tak terduga. Korban selamat yang selain kehilangan keluarga juga harta benda selalu menghadapi dua kemungkinan ini: yakin bisa bangkit atau putus asa karena merasa masa depannya terjegal bencana.
Netter yang Luar Biasa,
Dari pengamalan bencana di Indonesia beberapa waktu lalu dan juga bencana di bagian lain di dunia, ada sejumlah kisah orang luar biasa yang menunjukkan sikap positif menghadapi akibat bencana. Alih-alih meratapi penderitaannya, mereka justru mengerahkan segenap kemampuan yang masih dimiliki untuk menata hidup baru. Banyak yang kemudian sukses dan berhasil mengalahkan ketidakmungkinan berkat keyakinan mereka.
Karena itu, seberat apapun bencana yang kita alami, penderitaan yang kita terima, kesusahan yang kita hadapi, kita tak perlu memberi ruang pada keputusasaan, karena jika sekali saja kita besikap lunak padanya, hidup akan terasa gelap. Mari yakinkah diri bahwa kita bisa mengatasinya dengan mengerahkan segenap kemampuan yang ada. Pastikan kita bisa mengalahkan ketidakmungkinan dengan sikap positif, yakin, dan berusaha keras.
Penulis : Andrie Wongso (www.andriewongso.com)
Senin, 21 Maret 2011
Suka dan Duka Bekerja Dibelakang Panggung

Wow,Menjadi salah satu Pekerja di belakang panggung sebuah pertunjukkan merupakan sebuah pengalaman yg luar biasa sekali. karena di sini kita bertemu dengan artis - artis pendukung yang biasanya hanya kita lihat di Televisi.
Yah itulah pekerjaan terakhirku sebelum mulai aktif sebagai CPNS di Kemendiknas.Tepatnya di Sebuah Perusahaan Penyewaan alat - alat Visual Panggung yang berkantor di daerah Pecenongan Jakarta Pusat.Sebuah pekerjaan yang penuh dangan tantangan,banyak suka dan dukanya.
Duka bekerja di belakang panggung pastinya kita tidak bisa tidur sebelum semua LED atau alat Visual lainnya terpasang dan nyala dengan baik.Biasa nya kita team Visual panggung rata - rata tidur cuma 3 jam pada saat pemasangan dan pembongkaran alat - alat visual tersebut.Dan pastinya dalam hal makan dan minum pun terkadang jam nya pun tidak teratur,tidak jarang dari kita yang lemas karena telat makan.yah berkat bekerja sebagai team visual panggung ini berat badan saya turun 1 Kg dalam sebulan.
Namun suka nya bekerja sebagai team visual panggung juga cukup banyak.ya,kita bisa lihat Konser - konser Musik secara gratis,dan bertemu serta berfoto dengan artis - artis pendukung dengan mudahnya tidak seperti fans - fans mereka sendiri.
Sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi saya walaupun hanya 1,5 bulan bekerja di Belakang panggung sebuah pertunjukkan musik.Terima kasih Buat PT.Sima Agustus yang telah memberikan Pengalaman yang luar biasa bagi saya.
Jumat, 18 Maret 2011
Do'a Yang Terkabulkan
Segala Puja dan Puji bagi Allah atas semua karunia yang telah diberikan kepada kami sekeluarga,do'a - do'a kami sekeluarga di kabulkan olehNya. yang pertama adalah sebuah kabar gembira bahwa istriku telah hamil anak pertama kami,sebuah anugerah yang takk terbantahkan.
Kebahagiann kedua kami adalah Sampai juga akhirnya aku menjadi seorang calon pegawai Negeri,yang artinya merupakan sebuah pelabuhan akhir dari pencarian pekerjaan yang tetap. Kebahagiaan yang tak ternilai bagi saya dan keluarga,karena ini lah yang menjadi cita - cita kami semenjak dulu.
Semoga apa yang telah di percayakan Allah kepada kami tidak kami sia - sia kan,semoga kami semua menjadi orang yang amanah atas semua kepercayaan ini.
Kebahagiann kedua kami adalah Sampai juga akhirnya aku menjadi seorang calon pegawai Negeri,yang artinya merupakan sebuah pelabuhan akhir dari pencarian pekerjaan yang tetap. Kebahagiaan yang tak ternilai bagi saya dan keluarga,karena ini lah yang menjadi cita - cita kami semenjak dulu.
Semoga apa yang telah di percayakan Allah kepada kami tidak kami sia - sia kan,semoga kami semua menjadi orang yang amanah atas semua kepercayaan ini.
Jumat, 26 November 2010
KIAT MENOLAK CALON PEGAWAI CARA JAWA….. ( obat stress )
G : Kowe nduwe omah opo ora…..? (Kamu punya rumah apa nggak…?)
A : Dereng…. (Beluumm…. )
G : Wah kowe ora iso ketompo ana kene. (Wah kamu nggak diterima disini…)
A : Lho kok ngaten…… ..? (Lho kok begitu….? )
G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang (Entar kami mesti mengajukan utang ke perusahaan) perusahaan.
A : Ah.. mboten, kok. Sakjanipun tiyang sepuh kulo (Ah.. nggak kok. Sebenarnya orangtua saya sudah kaya…) niku sampun sugih.
G : Yo malah ora ketompo (Ya malah nggak diterima..)
A : Lho kok ngaten…..? (Lho kok begitu…?)
G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, (Entar kamu kerja cuman buat hiburan, nongkrong2 saja…) nongkrang-nongkrong ae.
G : Kowe nduwe motor opo ora….? (Kamu punya motor apa nggak…?)
B : Mboten. (Nggak….)
G : Ora ketompo (Nggak diterima…)
B : Lho kok mboten ketampi? (Lho kok nggak diterima…? )
G : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit. (Entar kamu mesti minta bantuan kredit..)
B : Sakjanipun gadhah, ning tasih wonten kampung, (Sebenarnya punya, tapi masih dikampung, gampang entar saya baw kesini…) gampil mangke kulo beto ngriki.
G : Wah malah ra ketompo…. (Malah nggak di terima..)
B : Lho kok ngoten…? (Lho kok begitu…?)
G : Tempat parkire wis ra cukup. (Tempat parkirnya nggak cukup…)
G : Kowé wis lulus sarjana tenan…..? (Kamu lulus sarjana beneran…?)
C : Sampun, Pak…. (Sudah pak….)
G : Ora ketompo, kéné iki golék sing SMA aé, luwih manutan lan bén mbayaré murah (Nggak diterima, disini mencari yang SMA saja, lebih manut dan biar mbayarnya murah…)
C : Sakjanipun kulo tasih badhe skripsi (Sebenarnya saya masih mau skripsi..)
G : Malah ora ketompo….. (Malah gak diterima)
C : Lho, kados pundi tho….? (Lho gimana sih…?)
G : Mengko kowé kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo. (Entar kamu kerja cuman ngetik skripsi, kalo sudah lulus cari kerja diperusahaan lain…)
G : Kowé seneng guyon opo ora? (Kamu senang bercanda apa nggak…?)
D : Mboten pak, kulo serius yén nyambut damel. (Nggak pak, saya serius kalo kerja…)
G : Ra ketompo….. (Nggak diterima…)
D : Waa……kok ngoten? (Waaahhh kok gitu…?)
G : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress. (Entar temen2mu dan anak buahmu pada stress..)
D : Sakjané nggih sekedhik-sekedhik seneng guyon. (Sebenarnya ya sedikit2 senang bercanda..)
G : Malah ora ketompo. (Malah nggak diterima…)
D : Lho kok…… (lhooo kok….?)
G : Engko kowé mung email emailan sing lucu……. (Entar kamu cuman buat email2an yang lucu…)
G : Kowé mau mréné numpak opo? (Kamu tadi kesini naik apa…?)
E : Mobil
G : Kowé ora ketompo (Kamu nggak diterima..)
E : Sebabipun? (Sebabnya… ?)
G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowé njaluk mundhak bayar terus (Sekarang BBM naik terus, entar kamu minta naik gaji terus..)
E : Wo, kulo wau namung mboncèng, kok (Wooo, sy tadi cuman mbonceng kok..)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak terima…)
E : Lho, lha kok … ?
G : Mengko mung gawéné mboncéng mobil kantor. Ngrusuhi ! (entar cuman kerjaannya mbonceng mobil kantor, menyusahkan. …)
G : Anakmu akèh opo sithik? (Anakmu banyak apa sedikit…?)
F : Katah pak (Banyak Pak….)
G : Kowé ora ketompo (Kamu nggak diterima…)
F : Sebabipun ? (Sebabnya… ?)
G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus (Kerjamu nggak konsen, cuman mikir buat uaaannaakkk terus…)
F : Lha wong namung anak adopsi, kok. (Lha cuman anak adopsi kok…)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima…)
F : Lho, lha kok … ?
G : Gawé anak waé aras2en, opo manèh nyambut gawé (Buat anak aja malas2an apalagi kerja….)
G : Kowé wis ngerti gawéyanmu durung ? (Kamu sudah tahu kerjaanmu apa belum…?)
H : Dèrèng (Belum…)
G : Kowé ora ketompo (Kamu nggak diterima)
H : Sebabipun ? (Sebabnya… ?)
G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti gaweyané ? (Mau kerja kok nggak ngerti kerjaannya.. ..)
H : Oo, nèk damelan niku mpun ngertos kok (ooo kalo kerjaan itu sudah tahu kok…)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima…)
H : Lho, lha kok … ?
G : Kowé rak mung arep keminter, to ? (Kamu kan cuma mau pamer kepandaian kan…?)
G : Kowe ngerti kahanan kantor kéné durung ? (Kamu sudah tahu keadaan kantor sini belum…?)
K : Dèrèng (Belum…)
G : Kowé ora ketompo (Kamu ngga diterima..)
K : Sebabipun ? (Sebabnya..? )
G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti kantoré (Mau kerja kok nggak tahu kantor….)
K : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok (Woo, sedikit2 sudah tahu kok..)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima…)
K : Lho, lha kok … ?
G : Kowé senengané ngudhal-udhal wewadi kantor, to? (Kamu senengnya membongkar rahasia kantor kan…?)
G : Kowé kerep loro ? (Kamu suka sakit…?_)
M : Mboten (Nggak…)
G : Kowé ora ketompo (Kamu nggak diterima)
M : Sebabipun ?
G : Mesti kerep mbolos, wong arang2 gering (Mesti kerep mbolos, orang jarang2 sakit…)
M : Wah, sakjanipun nggih asring (Wah, sebenarnya juga sering…)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima..)
M : Lho, lha kok … ?
G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren. (Kantor ini nggak menerima karyawan bengek…)
G : Kowé biso main Internét? (Kamu bisa main internet…? )
N : Boten (Nggak…)
G : Ora ketompo (Nggak diterima…)
N : Sebabipun ? (Sebabnya… ?)
G : Perusahaan ora nompo wong BI (Buta Internet)
N : Wah, sakjanipun nggih saged (Wah sebenarnya bisa juga…)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima..)
N : Lho, lha kok … ?
G : Mesti ora bakal nyambut gawé, kakèhan dolanan Internet, to? Ngenték-entekké pulsa ! (Mesti nggak bakalan kerja, kebanyakan mainan internet kan ? habis2in pulsa )
G : Kowe waras opo ora? (Kamu gila apa tidak…?)
O : Lha, kulo nggih waras to Pak. (lha saya ya nggak gila to pak….)
G : Ra ketompo….. .. (Nggak diterima…)
O : Kenging nopo …..? (kenapa…?)
G : Mengko kowe mesti ora krasan ana kene (Entar kamu nggak betah disini….)
O : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan. (Itu dulu Pak, sekarang sdh agak gila)
G : Malah ra ketompo….. . (Malah nggak diterima)
O : Pripun to niki….? (Gimana sih ini…?)
G : Mengko aku duwe saingan….. ….. (Entar saya punya saingan….)
he he he orang gelo kok diladeni….
Ma'af catatan ini di copy tanpa ijin pd penulis, dg harapan dapat mengurang stress teman2...
Terima kasih....
oleh Ferry Nur Wahyudi pada 25 Januari 2010 jam 11:55
A : Dereng…. (Beluumm…. )
G : Wah kowe ora iso ketompo ana kene. (Wah kamu nggak diterima disini…)
A : Lho kok ngaten…… ..? (Lho kok begitu….? )
G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang (Entar kami mesti mengajukan utang ke perusahaan) perusahaan.
A : Ah.. mboten, kok. Sakjanipun tiyang sepuh kulo (Ah.. nggak kok. Sebenarnya orangtua saya sudah kaya…) niku sampun sugih.
G : Yo malah ora ketompo (Ya malah nggak diterima..)
A : Lho kok ngaten…..? (Lho kok begitu…?)
G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, (Entar kamu kerja cuman buat hiburan, nongkrong2 saja…) nongkrang-nongkrong ae.
G : Kowe nduwe motor opo ora….? (Kamu punya motor apa nggak…?)
B : Mboten. (Nggak….)
G : Ora ketompo (Nggak diterima…)
B : Lho kok mboten ketampi? (Lho kok nggak diterima…? )
G : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit. (Entar kamu mesti minta bantuan kredit..)
B : Sakjanipun gadhah, ning tasih wonten kampung, (Sebenarnya punya, tapi masih dikampung, gampang entar saya baw kesini…) gampil mangke kulo beto ngriki.
G : Wah malah ra ketompo…. (Malah nggak di terima..)
B : Lho kok ngoten…? (Lho kok begitu…?)
G : Tempat parkire wis ra cukup. (Tempat parkirnya nggak cukup…)
G : Kowé wis lulus sarjana tenan…..? (Kamu lulus sarjana beneran…?)
C : Sampun, Pak…. (Sudah pak….)
G : Ora ketompo, kéné iki golék sing SMA aé, luwih manutan lan bén mbayaré murah (Nggak diterima, disini mencari yang SMA saja, lebih manut dan biar mbayarnya murah…)
C : Sakjanipun kulo tasih badhe skripsi (Sebenarnya saya masih mau skripsi..)
G : Malah ora ketompo….. (Malah gak diterima)
C : Lho, kados pundi tho….? (Lho gimana sih…?)
G : Mengko kowé kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo. (Entar kamu kerja cuman ngetik skripsi, kalo sudah lulus cari kerja diperusahaan lain…)
G : Kowé seneng guyon opo ora? (Kamu senang bercanda apa nggak…?)
D : Mboten pak, kulo serius yén nyambut damel. (Nggak pak, saya serius kalo kerja…)
G : Ra ketompo….. (Nggak diterima…)
D : Waa……kok ngoten? (Waaahhh kok gitu…?)
G : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress. (Entar temen2mu dan anak buahmu pada stress..)
D : Sakjané nggih sekedhik-sekedhik seneng guyon. (Sebenarnya ya sedikit2 senang bercanda..)
G : Malah ora ketompo. (Malah nggak diterima…)
D : Lho kok…… (lhooo kok….?)
G : Engko kowé mung email emailan sing lucu……. (Entar kamu cuman buat email2an yang lucu…)
G : Kowé mau mréné numpak opo? (Kamu tadi kesini naik apa…?)
E : Mobil
G : Kowé ora ketompo (Kamu nggak diterima..)
E : Sebabipun? (Sebabnya… ?)
G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowé njaluk mundhak bayar terus (Sekarang BBM naik terus, entar kamu minta naik gaji terus..)
E : Wo, kulo wau namung mboncèng, kok (Wooo, sy tadi cuman mbonceng kok..)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak terima…)
E : Lho, lha kok … ?
G : Mengko mung gawéné mboncéng mobil kantor. Ngrusuhi ! (entar cuman kerjaannya mbonceng mobil kantor, menyusahkan. …)
G : Anakmu akèh opo sithik? (Anakmu banyak apa sedikit…?)
F : Katah pak (Banyak Pak….)
G : Kowé ora ketompo (Kamu nggak diterima…)
F : Sebabipun ? (Sebabnya… ?)
G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus (Kerjamu nggak konsen, cuman mikir buat uaaannaakkk terus…)
F : Lha wong namung anak adopsi, kok. (Lha cuman anak adopsi kok…)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima…)
F : Lho, lha kok … ?
G : Gawé anak waé aras2en, opo manèh nyambut gawé (Buat anak aja malas2an apalagi kerja….)
G : Kowé wis ngerti gawéyanmu durung ? (Kamu sudah tahu kerjaanmu apa belum…?)
H : Dèrèng (Belum…)
G : Kowé ora ketompo (Kamu nggak diterima)
H : Sebabipun ? (Sebabnya… ?)
G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti gaweyané ? (Mau kerja kok nggak ngerti kerjaannya.. ..)
H : Oo, nèk damelan niku mpun ngertos kok (ooo kalo kerjaan itu sudah tahu kok…)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima…)
H : Lho, lha kok … ?
G : Kowé rak mung arep keminter, to ? (Kamu kan cuma mau pamer kepandaian kan…?)
G : Kowe ngerti kahanan kantor kéné durung ? (Kamu sudah tahu keadaan kantor sini belum…?)
K : Dèrèng (Belum…)
G : Kowé ora ketompo (Kamu ngga diterima..)
K : Sebabipun ? (Sebabnya..? )
G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti kantoré (Mau kerja kok nggak tahu kantor….)
K : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok (Woo, sedikit2 sudah tahu kok..)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima…)
K : Lho, lha kok … ?
G : Kowé senengané ngudhal-udhal wewadi kantor, to? (Kamu senengnya membongkar rahasia kantor kan…?)
G : Kowé kerep loro ? (Kamu suka sakit…?_)
M : Mboten (Nggak…)
G : Kowé ora ketompo (Kamu nggak diterima)
M : Sebabipun ?
G : Mesti kerep mbolos, wong arang2 gering (Mesti kerep mbolos, orang jarang2 sakit…)
M : Wah, sakjanipun nggih asring (Wah, sebenarnya juga sering…)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima..)
M : Lho, lha kok … ?
G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren. (Kantor ini nggak menerima karyawan bengek…)
G : Kowé biso main Internét? (Kamu bisa main internet…? )
N : Boten (Nggak…)
G : Ora ketompo (Nggak diterima…)
N : Sebabipun ? (Sebabnya… ?)
G : Perusahaan ora nompo wong BI (Buta Internet)
N : Wah, sakjanipun nggih saged (Wah sebenarnya bisa juga…)
G : Tambah ora ketompo (Tambah nggak diterima..)
N : Lho, lha kok … ?
G : Mesti ora bakal nyambut gawé, kakèhan dolanan Internet, to? Ngenték-entekké pulsa ! (Mesti nggak bakalan kerja, kebanyakan mainan internet kan ? habis2in pulsa )
G : Kowe waras opo ora? (Kamu gila apa tidak…?)
O : Lha, kulo nggih waras to Pak. (lha saya ya nggak gila to pak….)
G : Ra ketompo….. .. (Nggak diterima…)
O : Kenging nopo …..? (kenapa…?)
G : Mengko kowe mesti ora krasan ana kene (Entar kamu nggak betah disini….)
O : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan. (Itu dulu Pak, sekarang sdh agak gila)
G : Malah ra ketompo….. . (Malah nggak diterima)
O : Pripun to niki….? (Gimana sih ini…?)
G : Mengko aku duwe saingan….. ….. (Entar saya punya saingan….)
he he he orang gelo kok diladeni….
Ma'af catatan ini di copy tanpa ijin pd penulis, dg harapan dapat mengurang stress teman2...
Terima kasih....
oleh Ferry Nur Wahyudi pada 25 Januari 2010 jam 11:55
Langganan:
Komentar (Atom)
Sample Text
Thanks Brother For Coming To My Blog,Matur Nuwun Sanget sampun ngunjungi Blogge dalem,Terima Kasih Tlah Mnegunjungi Blogspot saya,Makasih Ya Wis Ndeleng Blog ke Enyong